ingat dengan bagian yang terlantar?
belum sempat kuapa-apakan..
baru teringat lagi setelah beberapa waktu..
"seperti bunyi jam membalik hari..
atau pengumuman di dalam bioskop..sampai kapan berpaling..
pakai sepatu dan pergi tidur sajalah.."
kau pernah berkata begitukan?
sampai saat inipun,,aku tetap tak mengerti..
apa mungkin memang harus begitu?
"yaa..yaa..gendys..gendys,,
photograph..for what its worth, it was worse for the while..
something unpredictable.."
ini juga pernah kau bilang..
tapi kurasa kita pernah membahasnya setelah itu..
jadi kupikir..untuk yang satu ini sudah tuntas..
senang..setelah membahasnya..
kapankah semuanya akan baik-baik saja?
11desember..
kupikir itu momentum untuk kembali tertawa lepas..
aku heran..di 90% jiwaku tersenyum..
sisanya,,aku masih merasa ada yang belum terselesaikan..
mengapa kauterlalu berirama di tiap nafasku?
mengapa nada mayor-minormu tak henti-hentinya berdenting di langit tiap malamnya?
heran..
aku tak mengerti tentang kalimat "bingar tema kedelapan yang kulukis" yang kaumaksud..
apa yang kaumaksud dengan tema kedelapan?
di mana aku dapat mencari tahu yang pertama sampai ketujuh?
kurasa,,tak perlu unsur intrinsik untuk berekspresi..
cukup sewajarnya,,tanpa imbuhan ataupun improvisasi..
mengapa terus berprosa dan berkonotasi untuk menjawab?
kemana realitamu bergulir dan beralir?
mengapa tak biarkan nuranimu bergetar layaknya normal?
mengapa tak biarkan kakimu berjalan pada rel cita-citamu?
mengapa tak biarkan sesimpul senyum terlukis di wajahmu ketika sinar mentari pagi memantul?
mengapa jadi tak terkendali akhirnya?
"We’re gonna be Friend Yesterday..We Used to Be friend Today..And We’ll be friend forever.."
bingkisanmu,,tentang tembang terakhir,,
takkan kubuka..
selamanya..
aku rasa lebih baik gubahannya saja yang kucerna..
baris terakhir,,tak perlu begitukan seharusnya?
"we’ll be nobody tomorrow"?
aku buang bagian itu..
mengapa harus menghilang?
mengapa lagi?
mengapa?
aku pikir prolog ketengahanmu terlihat seperti sapaan..
"gadis malam..", lama tak terdengar sapaan begitu..
biarkan kujawab dengan melodi warna-warni ya..
biar ramai seperti dulu..
setidaknya untuk bayanganku sendiri..
hanya ingin menyapa kembali..
hanya ingin berkata,,
"cerialah kawan..tataplah hari-harimu dengan lebih semangat!
ingat tentang ‘chicken soup’? seduhlah sesekali..seduhlah ketika kaupikir hampir menyerah..
tertawalah di tiap langkahmu..pastikan hatimu senang..
kuyakin dengan begitu, 10%ku akan tertutupi..
akan lebih tenang..
segalanya,,kuharap menyenangkan.."
polaris merah biru..gerbong kereta tua..snikers..bueno..
lem jeruk..pusaran air..pagar coklat tua di bukit salju..
Wagyu..sepatu amburadul..Inshun..cardigan merah..
kertas lipat warna-warni..
makasih juga untuk semuanya kawan..
-diySs..dG-